"

Beda Lockdown yang Dilakukan Beberapa Negara Dengan Karantina Wilayah di Indonesia saat Pandemi COVID-19

by AYOOKLIK

Pada bulan Januari, Tiongkok memutuskan untuk me-lockdown negaranya dikarenakan angka yang terus merangkak naik dikarenakan Covid-19. Dimulai dari menutup semua akses masuk dan keluar kota “Wuhan” yang merupakan tempat pertama kasus Covid-19 ditemukan, disusul dengan kota lainnya yang menunjukan pergerakan yang sangat signifikan.

Yang terbaru adalah negara Italia yang juga ikut memutuskan untuk me-lockdown negaranya pada tanggal 9 Maret 2020. Sama seperti kasus di Tiongkok, angka di Italia sendiri bertambah pesat bahkan melebihi Tiongkok. Bukan hanya dari angka positif namun angka kematian di negara Italia sendiri merupakan yang paling tinggi dari seluruh dunia yang terjangkit virus ini. Sudah 15,523 orang meninggal akibat Covid-19 di negara Italia, dengan total 132,547 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus ini (data per tanggal 07 April 2020 pukul 14:00). Angka ini mengalahkan angka kematian yang ada di US dan juga Spanyol jika dibandingkan dengan total kasus Covid-19 yang terjadi di kedua negara ini. Itulah yang menyebabkan Italia diharuskan me-lockdown negaranya untuk mencegah penyebaran virus ini.

image 2

Nah jika kalian mendengar kata “lockdown” di beberapa negara, pasti kalian bertanya-tanya mengapa di Indonesia tidak dilakukan itu? Mengapa hanya “Karantina Wilayah”? Ini dia yang akan kita bahas disini, beda lockdown dengan Karantina Wilayah itu apa sebenarnya?

  • Arti Lockdown

Apa itu lockdown?

Dikutip dari Cambridge, lockdown diartikan sebagai sebuah situasi dimana orang tidak diperbolehkan masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan bebas karena kondisi darurat. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau Covid-19, arti lockdown adalah akses keluar masuk ke dan dari wilayah tersebut dibatasi bahkan sudah ditutup.  Tujuannya untuk mengunci suatu wilayah agar virus ini tidak menyebar lebih jauh lagi.

Jika suatu daerah di-lockdown, maka semua fasilitas umum harus ditutup, di antaranya sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Selain itu, aktivitas warganya pun dibatasi, bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam.

Sebagian negara di dunia telah menerapkan lockdown untuk mengatasi virus Corona, seperti Tiongkok; Italia; Malaysia; Filipina; Perancis; dan India

  • Arti Karantina Wilayah

Saat ini beberapa daerah sudah menerapkan sistem Karantina Wilayah, seperti Tegal yang sudah menerapkan Karantina Wilayah per tanggal 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020 dan juga beberapa daerah lainnya.  Namun pemerintah tak mau pakai istilah lockdown tapi Karantina Wilayah.

Apa sebenarnya Karantina Wilayah itu sendiri?

Dalam Bab I Pasal 1 ayat 10 UU No 6 tahun 2018, “Karantina Wilayah adalah pembatasan penduduk dalam suatu wilayah termasuk wilayah pintu Masuk beserta isinya yang diduga terinfeksi penyakit dan/atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.”

Ditegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota yang menerapkan local lockdown. Lockdown hanya bisa tetapkan oleh Pemerintah Pusat dan hingga saat ini opsi itu tidak diambil.

Sejak awal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menegaskan tidak memilih opsi lockdown. Pemerintah pusat menyebut kebijakan penutupan akses keluar masuk wilayah oleh pemerintah daerah itu sebagai Karantina Wilayah.

  • Karantina Wilayah Ternyata ada di dalam UU

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, karantina kewilayahan dan lockdown tidak bisa disamakan. Lockdown lebih berarti melarang warga untuk masuk atau keluar wilayah tertentu karena situasi darurat.

“Konsep karantina kewilayahan tidak sama dengan lockdown. Meski begitu ada yang menyamakan begitu saja dengan lockdown padahal antara keduanya tidak sama,” kata Mahfud kepada wartawan, Senin (30/3).

Sementara itu istilah Karantina Wilayah sudah termuat dalam undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. Konsep ini hanya menerapkan sistem pembatasan pergerakan orang demi kepentingan kesehatan.

“Istilah Karantina Wilayah sebenarnya lebih merupakan istilah lain dari physical distancing atau social distancing yang sekarang dipilih sebagai kebijakan pemerintah,” jelas Mahfud.

Saat ini Pemerintah tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) guna mengatur Karantina Wilayah di tengah pandemi Covid-19. Upaya ini sempat menjadi perdebatan terkait pengertian karantina kewilayahan dan lockdown.

Mahfud menjelaskan, PP mulai dipertimbangan oleh pemerintah pusat karena karena saat ini sudah ada beberapa daerah yang menerapkan pembatasan tersebut. Melalui PP ini maka seluruh Pemda memiliki aturan baku dalam membuat keputusan Karantina Wilayah.

Dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 disebutkan bahwa penerapan Karantina Wilayah menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kemudian harus diatur melalui PP. “Kebetulan RPP-nya sudah ada di Kemenko PMK dan kita tinggal mendiskusikannya lagi. Tapi saya pastikan tidak ada lockdown melainkan karantina kewilayahan,” tandas Mahfud.

Dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 disebutkan, keputusan karantina harus berdasarkan pada pertimbangan epidemiologis, besarnya ancaman, efektifitas, dukungan sumber daya, teknis operasional, pertimbangan ekonomi sosial, budaya, dan keamanan.

Karantina yang dimaksud sendiri dibagi dalam 5 kategori. Yakni karantina rumah, karantina rumah sakit, Karantina Wilayah, karantina di pintu masuk (pelabuhan, bandara, pos lintas batas negara), dan pembatasan sosial skala besar berupa meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas.

Dalam undang-undang tersebut juga disebutkan bahwa Karantina Wilayah menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Sedangkan untuk sumber daya yang dibutuhkan, pemerintah daerah juga harus ikut bertanggungjawab.

Buat kalian yang masih penasaran isi dari UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan bisa langsung baca di link yang tertera.

Tetap jaga kesehatan ya #Klikers , kita #MulaiDariDiriSendiri aja dulu dengan #DiRumahAja jika tidak penting sekali harus keluar rumah.

Jakarta, 07 April 2020

Related Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy