"

MENGENAL LEBIH LANJUT MENGENAI “PSBB”

by AYOOKLIK

DKI Jakarta telah mendapatkan izin untuk memberlakukan PSBB per tanggal 07 April 2020. Menteri Kesehatan RI, Bapak Terawan Agus Putranto menyetujui usulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).  Terawan menandatangani surat persetujuan PSBB ini pada Senin (6/4/2020) malam yang dipublikasikan serta disahkan pada Selasa (7/4/2020). Apa itu PSBB?

Arti PSBB

PSBB adalah singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang hampir mirip dengan Lockdown ataupun Karantina Wilayah. Indonesia sendiri tidak memberlakukan lockdown melainkan digantikan dengan Karantina Wilayah namun dalam skala lebih kecil. Sedangkan PSBB sendiri digunakan apabila terjadi suatu wabah penyakit menular yang mengharuskan daerah tersebut menutup semua akses keluar-masuk dari daerah tersebut.

Aturan mengenai PSBB sendiri telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 dan diturunkan secara rinci pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tujuan PSBB

Menurut pemerintah tujuan dari PSBB tersebut adalah, baik pusat maupun daerah harus memiliki visi yang sama dalam menghadapi virus Corona Covid-19. Tujuan PSBB tersebut kembali ditegaskan Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 2 April 2020.

“Perlu saya tegaskan lagi bahwa mulai dari presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, sampai kepala desa dan lurah harus satu visi yang sama, satu strategi yang sama, serta satu cara yang sama dalam menyelesaikan persoalan yang kita hadapi sekarang ini (Covid-19),” kata Presiden seperti dikabarkan laman Sekretariai Negara.

Menurut Presiden, aturan pelaksanaan PSBB diatur dalam PP Nomor 21 Tahun 2020 dan Keppres Nomor 11 Tahun 2020. “Rujukannya sudah jelas, prosedurnya juga sudah jelas,” kata Presiden.

Untuk aturan lebih rinci tentang PSBB, Presiden meminta Menteri Kesehatan membuat peraturan menteri tentang kriteria daerah yang dapat diterapkan PSBB di wilayahnya.

Selain itu, peraturan menteri tersebut juga harus menjelaskan mengenai langkah-langkah apa yang mesti diterapkan oleh daerah dalam kondisi tersebut.

“Saya minta dalam waktu maksimal 2 hari, peraturan menteri itu sudah selesai,” kata Presiden.

Perbedaan PSBB dengan Karantina Wilayah

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, PSBB tak sepenuhnya membatasi seluruh kegiatan masyarakat.

Menurut Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi, seperti dikabarkan Antara, pembatasan tersebut hanya berlaku untuk aktivitas tertentu saja di suatu wilayah yang terduga terinfeksi COVID-19. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19.

“Masyarakat masih dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari, namun kegiatan tertentu dibatasi,” ujar Oscar dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Minggu (5/4/2020).

Dia memaparkan jenis kegiatan masyarakat yang secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB sebagai Percepatan Penanganan COVID-19.

“Kegiatan pembatasan meliputi meliburkan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan keamanan,” kata dia.

Oscar menegaskan PSBB tersebut berbeda dengan karantina wilayah (lockdown). Dalam karantina wilayah, masyarakat tidak diperkenankan untuk beraktivitas di luar rumah. Penduduk atau masyarakat berada di rumah, wilayah tertentu kawasan RT, RW, atau kawasan kelurahan, atau satu kabupaten, kota.

“Dan masyarakat yang sedang di karantina di rumah sakit, tentu tidak boleh keluar. Ini yang membedakannya dengan PSBB,” kata Oscar.

Intinya adalah dalam PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas meski secara terbatas.

Related Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy