"

Physical distancing atau social distancing, mana yang benar?

by Admin

Sejak tersebarnya virus Corona, organisasi kesehatan dunia (World Health Organizations/WHO) menyerukan kepada semua orang untuk melakukan batasan sosial atau social distancing. Namun, kata-kata itu kini diganti menjadi batasan fisik atau physical distancing, kenapa ya?

Ternyata, dalam keterangan pers yang mereka sampaikan, istilah social distancing bisa menimbulkan mispersepsi di bagi semua orang. Dalam artian harfiah, seperti meminta kepada seluruh warga di dunia untuk membatasi diri dari kehidupan sosialnya, termasuk berinteraksi dengan orang lain.

“Kami mengubah kalimatnya menjadi physical distance dan itu yang paling tepat karena kami ingin semua orang tetap berhubungan,” kata epidemilogis WHO, Maria Van Kerkhove pada 20 Maret lalu.

Untuk menghindari mispersepsi dari semua orang, maka WHO menggantinya menjadi physical distancing. Lalu apa bedanya?

Kedua kata tersebut tidak memiliki perbedaan berarti sebenarnya. Seperti bekerja dari rumah jika memungkinkan, membatasi kedatangan tamu di rumah, menghindari pertemuan besar atau menggunakan transportasi publik, menjaga jarak ketika berada di area publik.

Social distancing ini terdengar seperti orang-orang harus menghentikan komunikasi dengan orang lainnya, sementara kita harus tetap menjaga hubungan dengan komunitas selama kita bisa menjaga jarak fisik dengan orang lain,” kata profesor sosiologi dari Stanford University, AS, Jeremy Freese, seperti yang dikutip dari Al Jazeera.

Nah, mulai sekarang yuk kita ubah dari Social Distancing menjadi Physical Distancing. (*)

Related Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy